Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

PT Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia – Operasi penambangan batubara Adaro Energy dilakukan oleh PT Adaro Indonesia di wilayah konsesi batubara perusahaan di Kalimantan Selatan sejak tahun 1992. Adaro Indonesia beroperasi di bawah generasi pertama dari PKP2B (Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara) (Coal Cooperation Agreement – “CCA”) yang ditandatangani dengan Pemerintah Indonesia dengan masa berlaku sampai tahun 2022 dimana perjanjian ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama. Nisbah kupas (stripping ratio) yang direncanakan untuk tambang Tutupan adalah 5,0 bcm/ton sedangkan untuk Wara adalah sekitar 1-2 bcm/ton. Grup Adaro dikenal sebagai salah satu produsen dengan biaya terendah di dunia, yang menduduki posisi di antara lima eksportir batubara termal terbesar, dan merupakan pemasok batubara termal ke pasar domestik yang terbesar berdasarkan tonase pengiriman.

Sebagai bukti dari keahlian dan pengalaman dari para anggota manajemen yang telah bertugas sejak awal sejarah Adaro, yaitu Alastair Grant (pemasaran) and Chia Ah Hoo (operasional) yang terus menjalankan kegiatan inti dari operasional Adaro Indonesia, Adaro Indonesia secara konsisten meningkatkan produksi setiap tahunnya sejak operasi komersial dimulai di tahun 1992. Sekitar 85% dari EBITDA Adaro Energy saat ini berasal dari Adaro Indonesia. Tetapi, kontribusi dari anak perusahaan yang lain juga akan meningkat seiring pertumbuhan dan peningkatan labanya.

Kronologi Singkat dari Sejarah Adaro Energy

Kontrak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya batubara ditandatangani antara perusahaan eksplorasi dan analisis mineral pemerintah Spanyol dengan Pemerintah Indonesia. PKP2B berlaku sampai dengan tahun 2022. Pemegang saham Spanyol menetapkan bahwa pengembangan tambang akan membutuhkan keahlian tambang batubara tingkat tinggi supaya dapat memungkinkan penambangan sumber daya tersebut dan ekspor ke Spanyol.
Perjanjian disepakati antara New Hope (Australia) dan pemegang saham Indonesia untuk mengambil alih kepemilikan dan manajemen konsesi PT Adaro Indonesia.
Adaro memperoleh merek dagang internasional untuk Envirocoal karena kadar abu, sulfur dan nitrogen oksida yang sangat rendah.
Pemegang saham Spanyol menjual sisa kepemilikannya kepada New Hope Corporation.
Mission Energy (USA) menjadi pemegang saham melalui MEC Indocoal BV.
New Hope mengurangi kepemilikannya di Adaro dari 50,0% menjadi 40,83% untuk memenuhi kewajiban PKP2B yang disyaratkan untuk kepemilikan mayoritas bagi pemegang saham Indonesia setelah 10 tahun beroperasi.
PT Dianlia mengakuisisi 40% kepemilikan saham di Adaro.
PT Dianlia menjadi pemegang 51% saham di Adaro melalui pembelian saham dari pemegang saham Indonesia Asminco, New Hope (40,83%) dan MEC Indocoal BV (8,17%).
Adaro meningkatkan produksinya menjadi 24 juta ton per tahun.
New Hope dan MEC Indocoal BV menjual kepemilikannya masing-masing sebesar 40,83% dan 8,17% di Adaro kepada konsorsium investor yang dipimpin oleh investor keuangan terkemuka seperti Noonday Asset Management (anak perusahaan dari Farallon Capital), Government Investments Corporation of Singapore (“GIC”), the Kerry Group, Goldman Sachs dan Citigroup. 

Sumber : http://www.adaro.com


Responses

  1. Mhn di cek,bbm solar.bus.sering kencing.katanya madu.itu pemborosan bukan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: