Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Colonel Sanders, Pendiri Rumah Makan KFC, 1890 – 1980

” Saya pikir setiap kegagalan yang saya alami memberi kesempatan kepada saya untuk memulai kembali dan mencoba sesuatu yang baru yang tidak terpikirkan oleh banyak orang”

KISAH BISNIS KOL. SANDERS – SANG PERINTIS DAN PEMILIK RUMAH MAKAN AYAM GORENG KFC

Lebih dari lima puluh tahun yang lalu Kolonel Sanders memulai bisnis rumah makan KFC. Sebuah rumah makan yang menyediakan menu ayam goreng yang terkenal dengan nama Kentucky Fried Chicken. Saat ini rumah makan KFC sudah memiliki ribuan cabang yang tersebar di berbagai kota besar di berbagai negara. Di Indonesia, hak waralaba untuk mendirikan cabang rumah makan KFC dipegang oleh perusahaan Galael Group yang telah mendapat ijin paten dari perusahaan KFC pusat. Lalu apa rahasia rumah makan KFC hingga ia bisa begitu menggurita dan terkenal dimana-mana?

Kolonel Sanders tidak terlahir dalam keluatga pebisnis. Dia lahir di suatu desa bernama Kentucky di Amerika. Ayahnya meninggal dunia saat Kolonel Sanders masih kanak-kanak. Oleh karena itu, dia telah terbiasa bekerja keras membantu ibunya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Kolonel Sanders bekerja serabutan sambil tetap bersekolah, sampai akhirnya dia masuk angkatan laut dan berpangkat Kolonel. Selanjutnya dia menjalani hidup sebagai pegawai yang digaji oleh negara.

Colonel Sanders saat umur 20 tahun

Setelah pensiun dari angkatan laut karena usianya telah mencapai 60 tahun, Kolonel Sanders kembali ke desa Kentucky yang telah menjadi kota kecil. Disana Kolonel yang sudah tua ini menjadi pengangguran. Satu hal yang menjadi kegiatan kesukaannya adalah memasak ayam goreng, sebuah menu masakan ayam goreng yang telah menjadi resep rahasia keluarganya. Lalu mulailah Kolonel berpikir untuk menjual ayam goreng buatannya. Dia menawarkan menu ayam goreng dengan nasi dan segelas minuman kepada rumah makan disekitarnya. Tentu saja penawaran Kolonel ditolah oleh pemilik rumah makan. Sebab pada saat itu, orang – orang masih makan dengan menu nasi, sayur, buah, sambal, lauk, lalapan, dan cemilan dalam porsi yang besar dan banyak lengkap dengan piring-piring, berbagai macam sendok, gelas dan aturan makan yang rumit dan bergaya. Ide menu sepotong ayam goreng dan sebungkus kecil nasi dari sang Kolonel dianggap tidak menarik dan melawan arus. Sang Kolonel menjelaskan kepada pemilik rumah makan bahwa manusia itu berkembang. Suatu saat akan tiba masa sibuk, masa ketika manusia lebih memilih makanan yang sedikit dan praktis untuk menghemat waktu. Tapi pemilik rumah makan tetap menolak dan mengatakan bahwa penjelasan Kolonel tidak masuk akal. Penolakan yang pertama itu tidak membuat Kolonel menyerah. Dia kemudian menawarkan menu ayam gorengnya ke rumah makan yang lain. Tapi lagi-lagi ide menu ayam gorengnya ditolak. Konon menurut cerita, Pak Kolonel menawarkan menu ayam gorengnya ke 50 rumah makan dan tak ada satupun yang bersedia menerima tawarannya. Padahal Kolonel hanya meminta sistem bagi hasil. Kolonel yang menyiapkan bumbu dan memasak ayam gorengnya, lalu Kolonel meminta sekian persen untuk setiap potong ayam goreng yang laku terjual. Sayangnya takada rumah makan yang mau bekerjasama dengan model kerjasama seperti itu.

Akhirnya Kol. Sanders membuka rumah makannya sendiri. Sebuah rumah makan yang sangat sederhana di teras rumahnya dengan satu meja saja. Tetangganya pada heran, apa yang terjadi pada Kolonel tua itu? Pikir mereka, apa yang diletakkan Kolonel di sebuah meja di teras rumahnya? Walhasil, pada hari pertama berjualan ayam goreng, dagangan Pak Kolonel tidak laku sama sekali. Hari kedua juga tidak laku. Pada hari ketiga barulah para tetangga mendatangi warung makan satu meja tersebut dan menanyakan pada Kolonel. “Anda menjual apa?” tanya mereka. Pak Kolonel menjawab bahwa dia membuka warung makan dan menjual menu ayam goreng yang dia namakan KENTUCKY FRYED CHICKEN, artinya ayam goreng dari kota Kentucky. Beberapa tetangga membeli dan mencicipi. Lho, kok rasanya enak?! rasanya berbeda dengan ayam goreng kebanyakan yang ada di rumah makan lain. Bumbu ayam gorengnya merasuk dan meresap sampai ke dalam daging. Bagaimana cara menggoreng dan membumbuinya hingga rasanya bisa selezat ini? tanya mereka. Wah, ini resep rahasia keluarga saya, jawab Kolonel. Kalau kalian mau, kalian juga bisa ikut menjual ayam goreng KFC, nanti kita bagi hasil, lanjut Kolonel.

Begitulah, karena rasa ayam gorengnya yang enak, pelayanannya ramah, tempatnya bersih dan nyaman, maka dalam waktu beberapa bulan warung makan Kolonel mulai punya pelanggan tetap. Tahun berikutnya, warung satu meja itu menjadi dua meja. Lalu menjadi tiga meja, empat meja, lima meja hingga menjadi rumah makan yang cukup terkenal di kota Kentucky. beberapa tahun kemudian, rumah makan KFC buka cabang. Pak Kolonel yang membuatkan resep bumbunya. Para pekerja tinggal menggoreng saja sesuai instruksi dari Kolonel. Selanjutnya Kolonel Sanders menghakpatenkan resep menu ayam gorengnya dan membuka bisnis waralaba ayam goreng. Siapa saja boleh mendirikan dan menjual ayam goreng KFC, dengan syarat harus ada ijin dari Kolonel, nantinya Kolonel akan membuatkan bumbunya dan mengajarkan cara memasaknya. Hasil keuntungannya nanti dibagi sesuai ketentuan yang telah diatur oleh sang Kolonel. Demikianlah bisnis ayam goreng KFC dimulai.

Kisah bisnis ayam goreng KFC oleh kolonel Sanders menunjukkan pada dunia bahwa umur tidak menjadi persoalan dalam memulai sebuah bisnis. Hal penting yang harus dimiliki seorang pebisnis yang sukses adalah kemauan yang kuat dan kemampuan atau skill yang memadai serta kemampuan membaca pasar jangka panjang. Kol. Sanders membuktikan pada kita bahwa dunia kini semakin sibuk sehingga orang-orang tak sempat untuk makan dengan menu nasi sayur yang banyak dan lengkap. Banyak orang yang suka makanan cepat saji yang mudah disantap di meja kantor, di dalam bus atau kereta. Banyak orang yang suka mentraktir makan yang praktis tanpa harus memakai piring-piring dan sendok, dan salah satu pilihan terbaiknya adalah ayam goreng KFC. Kini sang Kolonel sudah meninggal dunia dan usaha ayam goreng KFC diteruskan oleh anak cucunya sebagai ahli waris. Tapi semangat juang Kolonel Sanders telah banyak menginspirasi orang-orang untuk melakukan hal yang sama. Terbukti dengan banyaknya rumah makan yang membuat dan menjual menu ayam goreng yang mirip dengan yam goreng KFC.

Selamat Jalan Pak Kolonel Sanders

Sumber : Wise Story & Word


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: