Oleh: horas pasaribu | 27 Desember 2010

PT Freeport Indonesia

1936 Ekspedisi Colijn, termasuk Jean-Jacques Dozy, merupakan kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg
1960 Ekspedisi Freeport dipimpin Forbes Wilson & Del Flint menjelajah Ertsberg
1963 Serah terima Nederlands Nieuw-Guinea dari pihak Belanda ke PBB, yang pada akhirnya mengalihkannya ke Indonesia
1966 Peralihan kekuasaan penuh dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto menyusul usaha kudeta oleh pihak komunis pada September 1965. 

Pembentukan pemerintahan baru yang mendorong investasi sector swasta serta langkah-langka reformasi ekonomi lainnya.

Freeport diundang ke Jakarta untuk pembicaraan awal mengenai kontrak tambang Ertsberg

1967  

Penandatanganan Kontrak Karya untuk masa 30 Tahun, yang menjadikan PTFI sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg diatas wilayah 10 km persegi.

Pengeboran untuk eksplorasi dimulai dari Ertsberg

1969 Negosiasi kontrak penjualan jangka panjang dan perjanjian proyek pendanaan. Studi kelayakan selesai dan disetujui.
1970 Pembangunan proyek berskala penuh dimulai
1972 Ujicoba pengapalan pertama ekspor konsentrat tembaga dari Ertsberg
1973 Peresmian proyek, dan lokasi kota dinamakan Tembagapura. Proyek Ertsberg mulai beroperasi
1975 Kegiatan eksplorasi cadangan bawah tanah tembaga pada gunung bijih timur (GBT)
1976 Pemerintah Indonesia membeli 8,5% saham PTFI dari Freeport Minerals Company dan investor lain
1978 Studi kelayakan proyek tambang bawah tanah GBT disetujui
1981 Tambang bawah tanah GBT mulai beroperasi
1985 Tambahan cadangan tembaga bawah tanah ditemukan dibawah tambang bawah tanah GBT
1987 Setelah mengalami beberapa kali pengembangan produksi rata-rata meningkat menjadi 16.400 ton per hari (t/h), dua kali lipat dari rencaa awal pada tahun 1967. Cadangan total menjadi 100 juta ton metric
1988  

Cadangan Grasberg ditemukan, melipatgandakan cadangan total menjadi 200 juta ton metrik

1989 Perluasan hingga 32.000 t/h disetujui, dan kajian untuk perluasan hingga 52.000 t/h selesai. Pemerintah Indonesia mengeluarkan ijin untuk melakukan eksplorasi tambahan diatas 2.470 hektar
1990 Pekerjaan konstruksi berlanjut atas perluasan hingga 52.000 t/h



Sumber : Buku Pendamping Tour 2009,  Juli 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: