Oleh: horas pasaribu | 7 Januari 2010

Pasal 65 Penerimaan Dan Pengeluaran Bahan Peledak

(1)     Petugas yang mengambil bahan peledak harus menolak atau mengembalikan bahan peledak yang dianggap rusak atau berbahaya atau tidak layak digunakan.

Bahan peledak yang rusak atau berbahaya tidak boleh diambil dari gudang, atau dengan kata lain harus dipastikan bahwa bahan peledak yang diambil dari gudang dalam kondisi baik dan aman

(2)     Penerimaan dan pengeluaran bahan peledak harus dilakukan pada ruangan depan gudang  bahan peledak dan pada saat melakukan pekerjaan tersebut pintu penghubung harus ditutup.

Pada saat penerimaan dan pengeluaran handak harus dipastikan pintu kedua atau pintu penghubung antara ruang pencatatan dengan ruang penyimpanan harus tertutup

(3)     Jenis bahan peledak yang dibutuhkan harus dikeluarkan dari gudang sesuai dengan urutan waktu penerimaannya.

Pengambilan bahan peledak dari gudang harus mengikuti prinsip FIFO (first in first out)

(4)     Bahan peledak dan detonator yang dikeluarkan harus dalam kondisi baik dan jumlahnya tidak lebih dari jumlah yang diperlukan dalam satu gilir kerja.

Jumlah bahan peledak yang diambil harus disesuaikan dengan kebutuhan pada gilir kerja tersebut, sehingga tidak ada handak yang tidak dipakai atau yang dikembalikan ke gudang sehingga memudahkan administrasi dan memudahkan pengawasan di lapangan

(5)     Bahan peledak sisa pada akhir gilir kerja harus segera dikembalikan ke gudang. Membuka kembali kemasan bahan peledak yang dikembalikan tidak perlu dilakukan, apabila bahan peledak trsebut masih dalam kemasan atau peti aslinya seperti pada waktu dikelurkan.

(6)     Bahan peledak yang rusak supaya segera dimusnahkan dengan cara yang aman mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(7)     Data dari bahan peledak yang rusak meliputi jumlah jenis, merek dan kerusakan yang terlihat harus dilaporkan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang untuk mendapatkan saran penanggulangannya.

Harus melaporkan data mengenai bahan peledak yang rusak ke KAPIT

(8)     Sumbu api harus diperiksa pada waktu diterima dan secara teratur melihat kemungkinan adanya kerusakan dan diuji kecepatan nyalanya. Setelah itu dengan selang waktu tertentu untuk memastikan kondisinya baik dan diuji kecepatan nyalanya. Kecepatan nyala sumbu api yang baik setiap satu meter adalah adalah 90 detik sampai dengan 110 detik atau sesuai dengan spesifikasi dengan pabrik.

(9)     Kemasan yang kosong atau bahan pengemas lainnya tidak boleh disimpan di gudang bahan peledak atau gudang detonator.

Kemasan yang sudah kosong harus diambil dari gudang handak

(10)  Membuka kemasan bahan peledak dan detonator harus dilakukan dibagian depan gudang bahan peledak.

atau membuka kemasan bahan peledak tidak boleh di dalam ruang penyimpanan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: