Oleh: horas pasaribu | 22 Desember 2009

Kisah Ibu Bermata Satu

Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya� dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah� untuk
menopang keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku
datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini
padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu
dengannya.

Keesokan harinya di sekolah�

“Ibumu bermata satu?!?!?�. eeeee ejek seorang teman.
Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, “Ma� kenapa engkau hanya
memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan
orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus
mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini� Mungkin ini karena
ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau
aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu�Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil
segelas air minum.
Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir
akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi
meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak
enak dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis
dengan satu mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi
orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan
studiku ke Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku.
Kemudian, akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku
menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku
melupakan ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika�

Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku� Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat
ibuku yang bermata satu.

Aku bertanya padanya, “Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu!! !?
kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, “Berani sekali kamu
datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!!
SEKARANG JUGA!!!?.

Ibuku hanya menjawab, “Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.?
Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah� Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada
diriku kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi.
Dan akupun menjadi merasa lebih lega�

Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat
rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan
melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku
mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku� Hanya sekedar
ingin tahu saja.

Di sana , aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku
tidak melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat
ditangannya� Sebuah surat untukku.

“Anakku�
Aku rasa hidupku cukup sudah kini�
Dan� aku tidak akan pergi ke Singapore lagi�
Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang
datang mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu�

Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni
sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi
engkau �

Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku
telah sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah
kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku
tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya
memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu�

Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia
yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah
merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan� Beberapa kali
engkau memarahiku�

Aku berkata pada diriku, ‘Ini karena ia mencintaiku �’

Maafkan saya Ibu……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: