Oleh: horas pasaribu | 22 Desember 2009

BAB II – Bahan Peledak Dan Peledakan

Pasal 52 – Izin Gudang Bahan Peledak

(1)     Bahan peledak yang disimpan di tambang hanya pada gudang yang telah mempunyai izin dengan kapasitas tertentu sebagai mana ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang secara tertulis. Apabila gudang bahan peledak terletak di luar wilayah tempat usaha pertambangan dan akan digunakan untuk kegiatan pertambangan, harus mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

Tidak boleh ada penumpukan bahan peledak di tambang di luar gudang yang sudah diberi ijin, tentunya dengan kapasitas tertentu. Misalnya sebagian bahan peledak yang dibawa ke lapangan untuk kegiatan peledakan tidak habis dipakai, harus dikembalikan ke gudang bahan peledak atau tidak boleh ditumpuk ditempat lain. Begitu juga halnya jika gudang terletak diluar Wilayah Usaha Pertambangan, Handaknya bisa dipakai untuk kegiatan pertambangan setelah mendapat persetujuan dari KAPIT (Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang), yaitu Direktur Teknik dan Lingkungan Minerbapabum dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi yang sudah mendapat SK pengangkatan dari Kepala Daerah.

(2)     Bahan peledak yang digunakan untuk kegiatan lain harus mendapat persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

Jika Handak hendak digunakan untuk kegiatan lain, misalnya untuk konstruksi jalan, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari KAPIT

(3)     Permohonan izin gudang bahan peledak sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, harus melampirkan :

  1. Gambar kontruksi gudang bahan peledak dengan skala 1: 100 yang memperlihatkan pandangan atas dan pandangan samping serta hal-hal lain yang diperlukan sesuai dengan kapasitas maksimum gudang bahan peledak yang dimohonkan dan
  2. Gambar situasi gudang bahan peledak dengan skala 1: 5000 yang memperlihatkan jarak aman.

Akan dijelaskan kemudian alur proses permohonan ijin gudang bahan peledak

(4)     Permohonan izin gudang bahan peledak di bawah tanah harus dilengkapi dengan peta dan spesifikasi yang memperlihatkan rancang bangun dan lokasi gudang bahan peledak.

(5)     Detonator tidak boleh disimpan dalam gudang yang sama dengan bahan peledak lainnya tetapi harus dalam gudang tersendiri yang diizinkan untuk menyimpan detonator. Gudang detonator harus mempunyai kontruksi yang sama seperti gudang bahan peledak.

Beberapa jenis Bahan Peledak bisa disimpan bersama-sama dengan bahan peledak lain dengan ketentuan tertentu (secara detail akan dibahas pada pebahasan pasal 62). Akan tetapi khusus untuk detonator, harus disimpan dalam gudang tersendiri.

(6)     Persyaratan untuk mendapatkan izin gudang bahan peledak ditetapkan oleh Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(7)     Masa berlaku izin gudang bahan peledak:

  1. Izin gudang bahan peledak sementara diberikan untuk 2 tahun;
  2. Izin gudang bahan transit diberikan untuk 5 tahun dan
  3. Izin gudang bahan peledak utama diberikan untuk 5 tahun.

(8)     Pelaksana Inspeksi Tambang dapat membatalkan izin gudang bahan peledak yang tidak lagi memenuhi persyaratan.

(9)     Apabila kegiatan pertambangn berhenti atau dihentikan untuk waktu lebih dari 3 bulan, Kepala Teknik Tambang harus melaporkan kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dan gudang harus tetap dijaga.

Jika kegiatan pertambangan berhenti tetapi masih terdapat sisa bahan peledak atau handak yang belum dipakai, ktt harus melaporkan ke KAPIT dan gudang harus tetap dijaga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: