Oleh: horas pasaribu | 20 Januari 2011

www.horaspasaribu.com

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Pasal 71 Pemeriksaan Gudang

Paling tidak sekali seminggu, isi dari gudang bahan peledak harus diperiksa dengan teliti oleh Kepala Tknik Tambang
atau petugas yang berwenang dan temuan-temuannya harus didaftarkan pada buku yang tersedia untuk itu

(minimal seminggu sekali harus dilakukan pemeriksaan. Bisa dipilih hari apa saja. Yang diperiksa selai stock handak, termasuk semua persyaratan keselamatan gudang handak)

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Pasal 70 Penyimpanan Di Bawah Tanah

(1) Bahan peledak di bawah tanah harus disimpan di dalam gudang bahan peledak, apabila jumlahnya kurang dari
50 kilogram, maka bahan peledak tersebut boleh disimpan dalam kontener sebagaimana dimaksud dalam pasal
60 ayat (3).

(2) Gudang bahan peledak dibawah tanah hanya dapat dipergunakan untuk menyimpan bahan peledak untuk
pemakaian paling lama dua hari dua malam yang jumlahnya tidak lebih dari 5000 kilogram

(jumlah handak yang boleh disimpan di bawah tanah adalah untuk kebutuhan 2 hari peledakan atau sebanyak-banyaknya 5 Ton. Jadi walaupun kebutuhan 2 hari lebih dari 5 Ton, jumlah yang boleh disimpan maksimal 5 Ton)

(3) Apabila tidak tersedia gudang di bawah tanah sedangkan pemakaian lebih besar dari 50 kilogram dalam waktu
kurang dari 24 jam maka harus tersedia tempat untuk menyimpan sementara yang mendapat persetujuan Kepala
Pelaksana Inspeksi Tambang

(jika tidak ada gudang di bawah tanah, padahal pemakaian > 50 kg per hari, maka harus tersedia tempat menyimpan sementara, sering disebut dengan “one day box”)

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Pasal 69 Penyimpanan Detonator

(1) Persediaan detonator harus seimbang dengan jumlah dengan persediaan bahan peledak.

(jumlah stock detonator harus seimbang dengan handak lainnya sesuai dengan data teknis peledakan)

(2) Detonator yang sudah rusak harus segera dimusnahkan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku

(sesuai dengan Peraturan Kapolri No 2 Thn 2008 tentang pengawasan, pengendalian, dan pengamanan bahan peledak komersial <– baca “peraturan/regulasi”)

(3) Dilarang menyimpan detonator bersama-sama dengan bahan peledak lainnya.

(detonator harus dipisah dari handak lainnya….)

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Confined Space

pedoman K3 confined space(klik disini……..)

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

PT Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia – Operasi penambangan batubara Adaro Energy dilakukan oleh PT Adaro Indonesia di wilayah konsesi batubara perusahaan di Kalimantan Selatan sejak tahun 1992. Adaro Indonesia beroperasi di bawah generasi pertama dari PKP2B (Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara) (Coal Cooperation Agreement – “CCA”) yang ditandatangani dengan Pemerintah Indonesia dengan masa berlaku sampai tahun 2022 dimana perjanjian ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama. Nisbah kupas (stripping ratio) yang direncanakan untuk tambang Tutupan adalah 5,0 bcm/ton sedangkan untuk Wara adalah sekitar 1-2 bcm/ton. Grup Adaro dikenal sebagai salah satu produsen dengan biaya terendah di dunia, yang menduduki posisi di antara lima eksportir batubara termal terbesar, dan merupakan pemasok batubara termal ke pasar domestik yang terbesar berdasarkan tonase pengiriman.

Sebagai bukti dari keahlian dan pengalaman dari para anggota manajemen yang telah bertugas sejak awal sejarah Adaro, yaitu Alastair Grant (pemasaran) and Chia Ah Hoo (operasional) yang terus menjalankan kegiatan inti dari operasional Adaro Indonesia, Adaro Indonesia secara konsisten meningkatkan produksi setiap tahunnya sejak operasi komersial dimulai di tahun 1992. Sekitar 85% dari EBITDA Adaro Energy saat ini berasal dari Adaro Indonesia. Tetapi, kontribusi dari anak perusahaan yang lain juga akan meningkat seiring pertumbuhan dan peningkatan labanya.

Kronologi Singkat dari Sejarah Adaro Energy

Kontrak untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya batubara ditandatangani antara perusahaan eksplorasi dan analisis mineral pemerintah Spanyol dengan Pemerintah Indonesia. PKP2B berlaku sampai dengan tahun 2022. Pemegang saham Spanyol menetapkan bahwa pengembangan tambang akan membutuhkan keahlian tambang batubara tingkat tinggi supaya dapat memungkinkan penambangan sumber daya tersebut dan ekspor ke Spanyol.
Perjanjian disepakati antara New Hope (Australia) dan pemegang saham Indonesia untuk mengambil alih kepemilikan dan manajemen konsesi PT Adaro Indonesia.
Adaro memperoleh merek dagang internasional untuk Envirocoal karena kadar abu, sulfur dan nitrogen oksida yang sangat rendah.
Pemegang saham Spanyol menjual sisa kepemilikannya kepada New Hope Corporation.
Mission Energy (USA) menjadi pemegang saham melalui MEC Indocoal BV.
New Hope mengurangi kepemilikannya di Adaro dari 50,0% menjadi 40,83% untuk memenuhi kewajiban PKP2B yang disyaratkan untuk kepemilikan mayoritas bagi pemegang saham Indonesia setelah 10 tahun beroperasi.
PT Dianlia mengakuisisi 40% kepemilikan saham di Adaro.
PT Dianlia menjadi pemegang 51% saham di Adaro melalui pembelian saham dari pemegang saham Indonesia Asminco, New Hope (40,83%) dan MEC Indocoal BV (8,17%).
Adaro meningkatkan produksinya menjadi 24 juta ton per tahun.
New Hope dan MEC Indocoal BV menjual kepemilikannya masing-masing sebesar 40,83% dan 8,17% di Adaro kepada konsorsium investor yang dipimpin oleh investor keuangan terkemuka seperti Noonday Asset Management (anak perusahaan dari Farallon Capital), Government Investments Corporation of Singapore (“GIC”), the Kerry Group, Goldman Sachs dan Citigroup. 

Sumber : http://www.adaro.com

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

PP No. 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi dan Pasca Tambang

PP 78 Tahun 2010 (klik disini…………)

Oleh: horas pasaribu | 5 Januari 2011

Colonel Sanders, Pendiri Rumah Makan KFC, 1890 – 1980

” Saya pikir setiap kegagalan yang saya alami memberi kesempatan kepada saya untuk memulai kembali dan mencoba sesuatu yang baru yang tidak terpikirkan oleh banyak orang”

KISAH BISNIS KOL. SANDERS – SANG PERINTIS DAN PEMILIK RUMAH MAKAN AYAM GORENG KFC

Lebih dari lima puluh tahun yang lalu Kolonel Sanders memulai bisnis rumah makan KFC. Sebuah rumah makan yang menyediakan menu ayam goreng yang terkenal dengan nama Kentucky Fried Chicken. Saat ini rumah makan KFC sudah memiliki ribuan cabang yang tersebar di berbagai kota besar di berbagai negara. Di Indonesia, hak waralaba untuk mendirikan cabang rumah makan KFC dipegang oleh perusahaan Galael Group yang telah mendapat ijin paten dari perusahaan KFC pusat. Lalu apa rahasia rumah makan KFC hingga ia bisa begitu menggurita dan terkenal dimana-mana?

Kolonel Sanders tidak terlahir dalam keluatga pebisnis. Dia lahir di suatu desa bernama Kentucky di Amerika. Ayahnya meninggal dunia saat Kolonel Sanders masih kanak-kanak. Oleh karena itu, dia telah terbiasa bekerja keras membantu ibunya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Kolonel Sanders bekerja serabutan sambil tetap bersekolah, sampai akhirnya dia masuk angkatan laut dan berpangkat Kolonel. Selanjutnya dia menjalani hidup sebagai pegawai yang digaji oleh negara.

Colonel Sanders saat umur 20 tahun

Setelah pensiun dari angkatan laut karena usianya telah mencapai 60 tahun, Kolonel Sanders kembali ke desa Kentucky yang telah menjadi kota kecil. Disana Kolonel yang sudah tua ini menjadi pengangguran. Satu hal yang menjadi kegiatan kesukaannya adalah memasak ayam goreng, sebuah menu masakan ayam goreng yang telah menjadi resep rahasia keluarganya. Lalu mulailah Kolonel berpikir untuk menjual ayam goreng buatannya. Dia menawarkan menu ayam goreng dengan nasi dan segelas minuman kepada rumah makan disekitarnya. Tentu saja penawaran Kolonel ditolah oleh pemilik rumah makan. Sebab pada saat itu, orang – orang masih makan dengan menu nasi, sayur, buah, sambal, lauk, lalapan, dan cemilan dalam porsi yang besar dan banyak lengkap dengan piring-piring, berbagai macam sendok, gelas dan aturan makan yang rumit dan bergaya. Ide menu sepotong ayam goreng dan sebungkus kecil nasi dari sang Kolonel dianggap tidak menarik dan melawan arus. Sang Kolonel menjelaskan kepada pemilik rumah makan bahwa manusia itu berkembang. Suatu saat akan tiba masa sibuk, masa ketika manusia lebih memilih makanan yang sedikit dan praktis untuk menghemat waktu. Tapi pemilik rumah makan tetap menolak dan mengatakan bahwa penjelasan Kolonel tidak masuk akal. Penolakan yang pertama itu tidak membuat Kolonel menyerah. Dia kemudian menawarkan menu ayam gorengnya ke rumah makan yang lain. Tapi lagi-lagi ide menu ayam gorengnya ditolak. Konon menurut cerita, Pak Kolonel menawarkan menu ayam gorengnya ke 50 rumah makan dan tak ada satupun yang bersedia menerima tawarannya. Padahal Kolonel hanya meminta sistem bagi hasil. Kolonel yang menyiapkan bumbu dan memasak ayam gorengnya, lalu Kolonel meminta sekian persen untuk setiap potong ayam goreng yang laku terjual. Sayangnya takada rumah makan yang mau bekerjasama dengan model kerjasama seperti itu.

Akhirnya Kol. Sanders membuka rumah makannya sendiri. Sebuah rumah makan yang sangat sederhana di teras rumahnya dengan satu meja saja. Tetangganya pada heran, apa yang terjadi pada Kolonel tua itu? Pikir mereka, apa yang diletakkan Kolonel di sebuah meja di teras rumahnya? Walhasil, pada hari pertama berjualan ayam goreng, dagangan Pak Kolonel tidak laku sama sekali. Hari kedua juga tidak laku. Pada hari ketiga barulah para tetangga mendatangi warung makan satu meja tersebut dan menanyakan pada Kolonel. “Anda menjual apa?” tanya mereka. Pak Kolonel menjawab bahwa dia membuka warung makan dan menjual menu ayam goreng yang dia namakan KENTUCKY FRYED CHICKEN, artinya ayam goreng dari kota Kentucky. Beberapa tetangga membeli dan mencicipi. Lho, kok rasanya enak?! rasanya berbeda dengan ayam goreng kebanyakan yang ada di rumah makan lain. Bumbu ayam gorengnya merasuk dan meresap sampai ke dalam daging. Bagaimana cara menggoreng dan membumbuinya hingga rasanya bisa selezat ini? tanya mereka. Wah, ini resep rahasia keluarga saya, jawab Kolonel. Kalau kalian mau, kalian juga bisa ikut menjual ayam goreng KFC, nanti kita bagi hasil, lanjut Kolonel.

Begitulah, karena rasa ayam gorengnya yang enak, pelayanannya ramah, tempatnya bersih dan nyaman, maka dalam waktu beberapa bulan warung makan Kolonel mulai punya pelanggan tetap. Tahun berikutnya, warung satu meja itu menjadi dua meja. Lalu menjadi tiga meja, empat meja, lima meja hingga menjadi rumah makan yang cukup terkenal di kota Kentucky. beberapa tahun kemudian, rumah makan KFC buka cabang. Pak Kolonel yang membuatkan resep bumbunya. Para pekerja tinggal menggoreng saja sesuai instruksi dari Kolonel. Selanjutnya Kolonel Sanders menghakpatenkan resep menu ayam gorengnya dan membuka bisnis waralaba ayam goreng. Siapa saja boleh mendirikan dan menjual ayam goreng KFC, dengan syarat harus ada ijin dari Kolonel, nantinya Kolonel akan membuatkan bumbunya dan mengajarkan cara memasaknya. Hasil keuntungannya nanti dibagi sesuai ketentuan yang telah diatur oleh sang Kolonel. Demikianlah bisnis ayam goreng KFC dimulai.

Kisah bisnis ayam goreng KFC oleh kolonel Sanders menunjukkan pada dunia bahwa umur tidak menjadi persoalan dalam memulai sebuah bisnis. Hal penting yang harus dimiliki seorang pebisnis yang sukses adalah kemauan yang kuat dan kemampuan atau skill yang memadai serta kemampuan membaca pasar jangka panjang. Kol. Sanders membuktikan pada kita bahwa dunia kini semakin sibuk sehingga orang-orang tak sempat untuk makan dengan menu nasi sayur yang banyak dan lengkap. Banyak orang yang suka makanan cepat saji yang mudah disantap di meja kantor, di dalam bus atau kereta. Banyak orang yang suka mentraktir makan yang praktis tanpa harus memakai piring-piring dan sendok, dan salah satu pilihan terbaiknya adalah ayam goreng KFC. Kini sang Kolonel sudah meninggal dunia dan usaha ayam goreng KFC diteruskan oleh anak cucunya sebagai ahli waris. Tapi semangat juang Kolonel Sanders telah banyak menginspirasi orang-orang untuk melakukan hal yang sama. Terbukti dengan banyaknya rumah makan yang membuat dan menjual menu ayam goreng yang mirip dengan yam goreng KFC.

Selamat Jalan Pak Kolonel Sanders

Sumber : Wise Story & Word

Oleh: horas pasaribu | 3 Januari 2011

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 12,000 times in 2010. That’s about 29 full 747s.

 

In 2010, there were 61 new posts, growing the total archive of this blog to 120 posts. There were 108 pictures uploaded, taking up a total of 44mb. That’s about 2 pictures per week.

The busiest day of the year was October 23rd with 182 views. The most popular post that day was Proses Pertambangan Panas Bumi.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were id.wordpress.com, facebook.com, google.co.id, search.conduit.com, and lowongankerjabaru.net.

Some visitors came searching, mostly for diagram fasa, garoga, siklus otto, rumah adat batak, and bulan k3.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Proses Pertambangan Panas Bumi October 2010
3 comments

2

Diagram Fasa (Phase Diagram) November 2009

3

Daftar 40 Orang Terkaya Indonesia Versi Majalah Forbes – April 2009 November 2009
2 comments

4

Umpasa Adat Batak December 2009
1 comment

5

Petunjuk Pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2010 – 2014 – Kep. Menakertans January 2010
1 comment

Oleh: horas pasaribu | 30 Desember 2010

Merry Christmas & Happy New Year

MEERY CHRISTMAS 25TH DEC 2010

&

HAPPY NEW YEAR 2011

HORAS PASARIBU

ROSARI TALENTA DEVY NABABAN

MATTHEW S.C. PASARIBU

MARK ANDREW T. PASARIBU

Oleh: horas pasaribu | 30 Desember 2010

Sejarah Piala AFF

Sejarah Piala AFF memang unik sejarah piala AFF mungkin sebaiknya Anda ketahui sejarah piala AFF – sejarah piala AFF merupakan perjalanan panjang sebuah asosiasi persebakbolaan Asean, Federasi Sepak Bola ASEAN (dalam bahasa Inggris: ASEAN Football Federation atau AFF) adalah bagian dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. “ASEAN” adalah singkatan dari Association of South East Asian Nations. AFF didirikan pada tahun 1984 oleh Thailand, Filipina, Brunei, Singapura, Malaysia, Indonesia,Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar.

Pada tahun 1996, AFF menyelenggarakan Kejuaraan Sepak Bola ASEAN pertama (waktu itu bernama “Piala Tiger”) dan sejak saat itu terus diselenggarakan secara rutin. Saat ini, piala AFF masih terus berkembang dengan bergabungnya Timor Leste pada tahun 2004 dan Australia, menjadi undangan setelah bergabung dengan AFC pada tanggal 1 Januari 2006.

Piala Tiger dimulai pada tahun 1996 di Singapura. Pada kejuaraan pertama tersebut, Thailand berhasil merebut juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0.

Piala Tiger berikutnya yang berlangsung di Vietnam melahirkan sebuah kejadian kontroversial di mana pada babak penyisihan, dalam upaya untuk menghindari pertemuan dengan tuan rumah Vietnam di babak berikutnya, Indonesia dan Thailand memainkan sepak bola negatif karena keduanya tidak mempunyai keinginan untuk menang. Ketika skor masih 2-2 menjelang berakhirnya pertandingan, bek Indonesia Mursyid Effendi dengan sengaja mencetak gol bunuh diri dengan menendang bola ke gawangnya sendiri sehingga skor menjadi 3-2 untuk kemenangan Thailand. Kedua tim akhirnya didenda karena telah “merusak semangat sepak bola” dan Mursyid sendiri dilarang bermain dalam sepak bola internasional seumur hidup.

Juara pada tahun 1998 adalah Singapura yang mengalahkan Vietnam di babak final.

Dua Piala Tiger (2000 & 2002) berikutnya dimenangkan oleh Thailand secara berturut-turut.

Sejak tahun 2004, babak semifinal dan final Piala Tiger diselenggarakan dengan sistem tandang-kandang. Pada tahun ini juga untuk pertama kalinya Piala Tiger diselenggarakan di dua negara. Selain itu, Piala Tiger kali ini juga mencatat keikut sertaan Timor Leste dalam kejuaraan ini untuk pertama kalinya. Kejuaraan Sepak Bola ASEAN 2007 diadakan di Singapura dan Thailand dan kembali dijuarai Singapura.

Oleh: horas pasaribu | 29 Desember 2010

PT Kaltim Prima Coal

1978

The Government of Indonesia invites tenders from foreign companies for the exploration and development of coal resources in east and south Kalimantan. A BP/CRA joint venture was successful in bidding for an area of 7,900 sq. km in two blocks extending 300 km along the coast of eastern Kalimantan

1982

PT Kaltim Prima Coal (KPC) incorporated in Indonesia with BP and CRA each holding 50% of the shares. KPC licensed to conduct exploration and mining of coal based on a Coal Contract of Works (CCOW) with the concession covering 90,706 ha. The Indonesian State Coal Company (PTBA) to receive 13.5% entitlement of all production

1988

KPC decision to proceed with the development of an export mine with a design capacity of 7 million tonnes per annum (Mtpa) following detailed exploration and a feasibility study of prospects close to Sangatta. The prospect has substantial quantity of high quality coal reserves, is close to a coast line with deep water and is strategically located to service growing markets. KPC subsequently relinquished most of the original Agreement Area, retaining 1,961 sq. km

1989

Construction commences in January. The budget for the project is US$570 M

1990

Work on the large scale mine development commences in June

1991

All major items were commissioned by late 1991

1992

Commercial exports begin in January 1992

Ownership


On 16 July 2003, PT. Bumi Resources Tbk. (The Company) signed a Sales And Purchases Agreement with BP and Rio Tinto (CRA) for acquisition of PT Kaltim Prima Coal. On 10 October 2003, the Sales And Purchase agreement was completed.

PT. Bumi Resources Tbk was established in 1973 and is a publicly listed company on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

The Company’s core businesses are in Oil and Gas and Mining and Energy. Since it’s listing in 1990, the company has made a number of key acquisitions including Gallo Oil (Jersey) Ltd., PT Arutmin Indonesia and PT Kaltim Prima Coal. These acquisitions are in line with the Company’s vision to become a World Class Operator with World Wide Operations in its core business sectors

Location

KPC operations are located around Sangatta, the capital of the East Kutai Regency (Kutim), in the East Kalimantan province of Indonesia. The town is on the Sangatta River, 50 km north of the equator on the east coast of Kalimantan Island, 180 km north of the provincial capital Samarinda and 310 km north of the major population centre of Balikpapan.

KPC has a number of operating pits in the Sangatta mining area mined directly by KPC and by contractors.

In June 2005, Mining operations commenced at the Bengalon mine approximately 25 Km to the north of the Sangatta. Bengalon mining operations are contracted to PT Darma Henwa.

KPC’s Sangatta mines are close to the port facilities at Tanjung Bara which is linked to the mine by an overland conveyor of approximately 13km in length. The Bengalon mine is also close to the coast being linked to its port facilities by a 22km haul road. The close proximity of all the mines to the ports provides KPC with the advantage of low mine to port transportation costs.

Most of KPC’s employees live in company built housing areas at Swarga Barga and Prima Griya Lestari which nestle between the mining operations administration centre and the town of Sangatta. Other employees reside at Tanjung Bara community approximately 17 kilometres from the mine.

Sumber : http://www.kpc.co.id

Oleh: horas pasaribu | 29 Desember 2010

Pasal 68 Penyimpanan Bahan Ramuan Bahan Peledak

(1) Penyimpanan dalam gudang berbentuk bangunan :
a. bahan ramuan dalam kemasan yang beratnya 30 kilogram, maka berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 66 ayat (1), kecuali bahwa tinggi tumpukan tidak lebih dari 10 dan lebar tidak boleh lebih dari 8
kantong;

(Untuk bahan ramuan bahan peledak dengan kemasan 30 kg per bag, misalnya AN penumpukan sama dengan

pasal 66 ayat 1, akan tetapi dengan tinggi tumpukan maksimum 10 tumpuk, dan lebar 8 tumpuk)

b. bahan ramuan dalam kemasan yang beratnya 1.000 kilogram, maka berlaku ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 67 ayat (1) hurup c dan

(cukup jelas, lihat pasal 67 ayat 1 huruf c)
c. alat pengangkut bermesin motor bakar tidak boleh ditinggalkan gudang tanpa operator.

(misalnya : forklift tidak boleh ditinggal di dalam gudang)

(2) Penyimpanan dalam gudang berbentuk kontener :
a. harus ditumpuk dengan baik sehingga udara dapat mengalir disekitar tumpukan dan

(harus tersedia cukup ventilasi, dan temperatur tidak melampaui temperatur maksimum untuk gudang bahan

ramuan bahan peledak)

b. kapasitas kontener tidak boleh lebih dari 20.000 kilogram.

(kapasitas maksimum 20 Ton)

(3) Penyimpanan bahan ramuan bahan peledak dalam kontener aslinya harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. kontener hanya boleh ditempatkan pada lokasi yang telah diizinkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 57
ayat (3) hurup b dan c;
b. kontener harus disusun rapat dan baik sehingga pintu-pintunya tidak dapat dibuka dan
c. dalam hal tumpukan disusun lebih dari dua kontener, maka harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari
Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.

(jika kontener ditumpuk atau bertindih lebih dari dua, harus mendapat persetujuan dari KAIT)

(4) Bahan ramuan bahan peledak yang berbentuk cair atau agar-agar (gel) hanya boleh disimpan dalam gudang
berbentuk tangki.

Oleh: horas pasaribu | 29 Desember 2010

PT. Nusa Halmahera Minerals

PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) is a joint venture between Singapore Holding Pte, Ltd (NEWCREST) 82.5% and PT. Aneka Tambang (Persero) 17.5%. Contract of Work between Goverment of Indonesia and PT. Nusa Halmahera Minerals was signed on 28 April 1997. The agreement was based on Predential Decree No. B 143/Pres/3/1997 dated 17 March 1997. The original Contract of Work area was 1.672.967ha. After 3 (three) relingquishment stages, current Contract of Work area is 29.622ha

 

sumber : http://www.linkedin.com/companies/pt.-nusa-halmahera-minerals

Oleh: horas pasaribu | 27 Desember 2010

PT Freeport Indonesia

1936 Ekspedisi Colijn, termasuk Jean-Jacques Dozy, merupakan kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg
1960 Ekspedisi Freeport dipimpin Forbes Wilson & Del Flint menjelajah Ertsberg
1963 Serah terima Nederlands Nieuw-Guinea dari pihak Belanda ke PBB, yang pada akhirnya mengalihkannya ke Indonesia
1966 Peralihan kekuasaan penuh dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto menyusul usaha kudeta oleh pihak komunis pada September 1965. 

Pembentukan pemerintahan baru yang mendorong investasi sector swasta serta langkah-langka reformasi ekonomi lainnya.

Freeport diundang ke Jakarta untuk pembicaraan awal mengenai kontrak tambang Ertsberg

1967  

Penandatanganan Kontrak Karya untuk masa 30 Tahun, yang menjadikan PTFI sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg diatas wilayah 10 km persegi.

Pengeboran untuk eksplorasi dimulai dari Ertsberg

1969 Negosiasi kontrak penjualan jangka panjang dan perjanjian proyek pendanaan. Studi kelayakan selesai dan disetujui.
1970 Pembangunan proyek berskala penuh dimulai
1972 Ujicoba pengapalan pertama ekspor konsentrat tembaga dari Ertsberg
1973 Peresmian proyek, dan lokasi kota dinamakan Tembagapura. Proyek Ertsberg mulai beroperasi
1975 Kegiatan eksplorasi cadangan bawah tanah tembaga pada gunung bijih timur (GBT)
1976 Pemerintah Indonesia membeli 8,5% saham PTFI dari Freeport Minerals Company dan investor lain
1978 Studi kelayakan proyek tambang bawah tanah GBT disetujui
1981 Tambang bawah tanah GBT mulai beroperasi
1985 Tambahan cadangan tembaga bawah tanah ditemukan dibawah tambang bawah tanah GBT
1987 Setelah mengalami beberapa kali pengembangan produksi rata-rata meningkat menjadi 16.400 ton per hari (t/h), dua kali lipat dari rencaa awal pada tahun 1967. Cadangan total menjadi 100 juta ton metric
1988  

Cadangan Grasberg ditemukan, melipatgandakan cadangan total menjadi 200 juta ton metrik

1989 Perluasan hingga 32.000 t/h disetujui, dan kajian untuk perluasan hingga 52.000 t/h selesai. Pemerintah Indonesia mengeluarkan ijin untuk melakukan eksplorasi tambahan diatas 2.470 hektar
1990 Pekerjaan konstruksi berlanjut atas perluasan hingga 52.000 t/h



Sumber : Buku Pendamping Tour 2009,  Juli 2009

Oleh: horas pasaribu | 10 Desember 2010

Perusahaan Penerima Penghargaan Safety Award Pertambangan 2010

Perusahaan Peraih “Upakarti Pratama Keselamatan Pertambangan”

(Perunggu)

Kelompok Mineral dan Batubara :

  1. PT Indo Muro Kencana
  2. PT Perkasa Inaka Kerta
  3. PT Santan Batubara
  4. PT Bukit Asam Persero, Tbk – Kertapati
  5. PT Koba Tin
  6. PT Kaltim Prima Coal
  7. PT Newmont Nusa Tenggara
  8. PT INCO, Tbk
  9. PT Bukit Asam Persro, Tbk – Tarahan
  10. PT Bukit Asam Persro, Tbk – T. Enim
  11. PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk – Bogor
  12. PT United Tractors Semen Gresik

—————————————————————————————————

Perusahaan Peraih “Upakarti Utama Keselamatan Pertambangan”

(Perak)

Kelompok Mineral dan Batubara :

  1. PT Arutmin Indonesia Tambang Asam – asam
  2. PT Indominco Mandiri
  3. PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin
  4. PT Avocet Bolaang Mongondow
  5. PT Mahakam Sumber Jaya
  6. PT Arutmin Indonesia Tambang Satui
  7. PT Marunda GRaha Mineral
  8. PT Antam Persero, Tbk – Logam Mulia
  9. PT Arutmin Indonesia Tambang Senakin
  10. PT Bahari Cakrawala Sebuku
  11. PT Freeport Indonesia
  12. PT Antam Persero, Tbk – Pomalaa
  13. PT Holcim Indonesia, Tbk
  14. PT Wahana Baratama Mining

 

Kelompok Kontraktor Utama Jasa Pertambangan :

  1. PT BUMA – Site PT Berau Coal
  2. PT Cipta Kridatama Site PT Gemida
  3. PT Pama Persada Nusantara Site PT Indominco Mandiri
  4. PT Thiess Contractors Indonesia Site PT Arutmin Satui
  5. PT Darma Henwa Site PT Arutmin Asam-asam

———————————————————————————————————-

Perusahaan Peraih “Upakarti Aditama Keselamatan Pertambangan”

(Emas)

Kelompok Mineral dan Batubara :

  1. PT Berau Coal
  2. PT Arutmin Indonesia NPLCT

 

Kelompok Kontraktor Utama Jasa Pertambangan :

  1. PT Leighton Contractors Indonesia Site PT WBM
  2. PT Sapta Indra Sejati Site PT Berau Coal

———————————————————————————————————-

Perusahaan Peraih “Trofi Keselamatan Pertambangan”

Kel. Mineral dan Batubara : PT Berau Coal

Kel. Kontraktor Utama Jasa Pertambangan : PT Leighton Contractors Indonesia Site PT WBM


Oleh: horas pasaribu | 1 Desember 2010

Undangan Pesta Ultah Matthew ke – 3

Oleh: horas pasaribu | 1 Desember 2010

Pasal 67 Penyimpanan Bahan Peledak Peka Primer

(1) Apabila bahan peledak peka primer disimpan di dalam gudang berbentuk bangunan harus :
a. Tetap dalam kemasan aslinya

(tidak boleh dipindahkan ke wadah lain)

b. bahan peledak dalam kemasan yang beratnya yang sekitar 25 kilogram disimpan sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 ayat (1);

(tumpukan : keatas maks 5, kesamping maks 4, dan kebelakang sesuai panjang gudang)

c. bahan peledak dalam kemasan sekitar 1000 kilogram :
1) harus disimpan dengan pelet kayu aslinya;
2) penerima dan pengeluaran bahan peledak tidak boleh dilakukan secara manual dan

(harus menggunakan peralatan misalnya forklift)

3) harus disimpan dalam bentuk tumpukan dengan ketentuan :
a) tinggi tumpukan tidak lebih dari 3 (tiga) kemasan;

(Jumbo Bag : maksimum 3 Tumpukan)

b) harus tersedia ruang bebas antara tumpukan dengan dinding gudang sekurang-kurangnya 75 sentimeter dan
c) harus tersedia lorong yang bebas hambatan sehingga alat angkut dapat bekerja dengan bebas dan aman

d. Dalam hal tumpukan melebihi ketentuan ayat (1) hurup c butir 3) harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang dan
e. Alat pengangkut tidak boleh ditinggalkan di dalam gudang tanpa operator

(2) apabila bahan peledak peka primer disimpan di dalam gudang berbentuk kontener harus memenuhi sebagai berikut :
a. tetap dalam kemasan aslinya;
b. bahan peledak dalam kemasan sekitar 25 kilogram dan harus disimpan sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 ayat (1) dan
c. mempunyai kapasitas tidak lebih dari 5.000 kilogram.

(Kontener : Kapasitas maks 5 Ton)

Oleh: horas pasaribu | 22 Oktober 2010

Proses Pertambangan Panas Bumi

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.